Sabtu, 05 Januari 2008

"OKP" Organisasi Kepemudaan Bukan Organisasi Kepala Preman

OKP adalah singkatan dari Organisasi Kepemudaan , yaitu sebuah organisasi yang beranggotakan pemuda-pemuda untuk turut ikut campur dalam mengusahakan sebuah pembangunan bagi bangsa ini, tujuan itu sungguh mulia adanya jika kita dengar dikuping kita, namun pada keadaan dan kenyataannya OKP - OKP yang beredar ditengah-tengah masyarakat sekarang ini tidak jarang meresahkan masyarakat itu sendiri.


OKP pertama sekali ada sudah sejak lama, jauh - jauh sebelum bangsa kita yang besar ini merdeka, mereka-mereka ini yang memperjuangkan kemerdekaan dengan caranya sendiri, menyatukan kekuatan baik secara fisik dan mental maupun juga melalui ilmu pengetahuan yang mereka miliki, hingga akhir nya kemerdekaan yang sesungguhnya di impikan dapat tercapai. dengan seiring perkembangan jaman dan waktu entah mengapa OKP-OKP saat ini lari dari tujuan utamanya tidak sebagai sebuah organisasi yang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, malah meresahkan masyarakat bangsa. sejak di mulai nya sistem pemerintahan ORBA ( Orde Baru ) banyak organisasi kepemudaan bermunculan ,mulai dari AMPI, FKPPI, PP, IPK dan sebagainya, lebih-lebih pada saat masa reformasi OKP banyak bermunculan seolah-olah bagaikan jamur di handuk lembab, sebagai contoh GM-PAN, GM-PDI P, dan sebagainya.

berbagai alasan tercetus di mulut-mulut mereka , mulai dari ikut-ikutan karena teman, premanisme hingga untuk mencari pendukung untuk meloloskan dirinya ke kursi kepemimpinan. saya heran dengan keadaan OKP saat ini, tidak saat ini saja, khusus nya di kota medan seolah-olah OKP ini sebagai "GANKSTER" tempat kumpulan2 PREMAN yang tidak ada kerjanya selain keluyuran dan pengangguran. dan biar dicap sebagai jagoan atau apalah yang tidak jarang dibelakang mereka dibekingi oleh aparat-aparat sehingga mereka kebal atas hukum dan dengan adanya itu mereka sesukanya saja melakukan apa yang mereka mau, tanpa memperhatikan norma-norma yang ada.

ntah lah, ntah ini didikan siapa saya juga gak tau. tapi hal ini saya rasakan dengan hati saya, bahwa sungguh sangat lari dari jalurnya OKP-OKP saat ini, saya rasa nggak perlu adanya OKP-OKP kalo mereka hanya bisa meresahkan masyarakat saja dan gak lupa anggar jago ama masyarakat. terus saya juga temui, masak ada seorang yang ngaku sebagai anggota salah satu OKP padahal umurnya udah lebih 50 tahun, apa masih dikatakan sebagai pemuda???? ahahahahah sungguh geli perut saya mendengarnya.

harapan saya, bagi abangda2 ketua dan dewan kepengurusan OKP2 yang ada agar kiranya perlu memperhatikan anak buahnya, dilihat donk bang anak buahnya, jgn asal main pokol aja, jgn asal sok aja, dilihat donk bang, bukannya bangga masyarakat melihat OKP2 yang ada, malah masyarakat sekarang merasa miris melihat tingkah laku anggota-anggotanya. maunya para anggota OKP2 mengayomi masyarakat, mendidik adek2 nya dan memberi contoh yang lebih bagus pada pemuda-pemuda yang lain nya sehingga cita-cita pembangunan yang diharapkan dapat tercapai.

semoga,

thx to
abangda anggota OKP
dagh ngasi Inspirasi ke aku